Hepatitis Penyebab Kanker Hati

Kanker hati sering menjadi penyebab kematian. Hampir 90 % pasien kanker hati datang ke dokter stadium lanjut, sehiingga sulit disembuhkan. Hal ini terjadi karena awalnya kanker hati tidak menampakkan gejala. Gejala yang mencolok akan timbul ketika kanker tersebut sudah cukup luas.

Kanker hati sering ditemukan pada orang-orang yang mengidap virus hepatitis B dan hepatitis C kronis. Di dalam darah penderita kanker hati sering ditemukan tanda-tanda virus hepatitis B yang telah berlangsung lama dan menetap. Sekitar 65 % penderita kanker hati terinfeksi hepatitis B dapat sembuh, sedangkan sebagian kecil berkembang menjadi penyakit radang hati (hepatitis B) menahun. Sekitar 10 % hepatitis B menahun berkembang menjadi kanker hati.

Di Indonesia ada 6-8 % orang yang mengidap virus hepatitis B. Tingginya angka penderita ini kemungkinan disebabkan ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit dan cara-cara penularannya. Hepatitis B dapat menular kepada orang lain melalui beberapa cara sebagai berikut :

- Melakukan hubungan selsual atau berkontak langsung dengan penderita hepatitis B atau C.

2. Menggunakan alat-alat medis yang tidak steril atau bekas penderita hati atau hepatitis.

3. Bersentuhan dengan cairan tubuh penderita, baik melalui luka maupun selaput lendir mata atau mulut.

4. Transfusi darah yang mengandung virus hepatitis B.

5. Dari seorang ibu yang sedang dalam masa kehamilan atau menyusui yang kemudian menurun pada anaknya.

Posted in Obat Kanker Hati | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Jenis Kanker Hati

Hati atau liver merupakan organ tubuh manusia yang sangat penting peranan dalam kehidupan manusia. Hati atau liver juga memiliki resiko yang sangat rentan terhadap serangan penyakit, seperti sirosis (pembengkakan hati) hingga menjadi kanker hati yang sangat menakutkan. Sebagaian besar mereka yang menderita kanker hati memiliki harapan yang sangat tipis untuk hidup normal atau dengan kata lain kanker hati dapat menyebabkan kematian.

Kanker hati lebih banyak menyerang kaum pria dibanding dengan wanita, hal ini beralasan karena gaya hidup atau pola kebiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh pria sebagaian besar adalah perokok aktif, dan penikmat minuman beralkohol. Umumnya kanker hati banyak menyerang pria yang berusia diatas 50 tahun.

Hati atau liver yang beresiko terjadinya kemungkinan besar tak langsung menimpa hati atau liver, melainkan berawal dari beberapa organ tubuh atau sel jaringan tubuh yang letaknya berdekatan dengan hati atau liver terbentuknya sel kanker yang kemudian menyebar hingga ke organ hati.

Liver atau hati memiliki susunan beberapa sel, beberapa jenis tumor yang tumbuh di hati, seperti tumor hati ada yang bersifat jinak dan adapula yang bersifat ganas (kanker). Kedua jenis tumor ini memiliki penyebab dan pengobatan yang berbeda, dilihat dari jenis tumor yang dimiliki.

Jenis tumor hati yang bersifat jinak, seperti :

- Hemangioma
- Hepatik adenoma
- Focal nodular hyperplasia
- Kista
- Lipoma
- Fibroma
- Leiomyoma

Jenis tumor jinak di organ hati atau liver ini umunya tidak menyebar luas ke jaringan atau organ tubuh lainnya. Tumor jinak di organ hati ini dapat diobati dengan melakukan suatu operasi pengangkatan, terutama pada saat si penderita merasakan sakit atau perdarahan.

Kanker hati memiliki beberapa jenis dilihat dari penyebabnya, diantaranya adalah :

1. Hepatoseluler Karsinoma (HCC)

Pada beberapa orang yang menderita hepatitis C akut umumnya memiliki resiko yang lebih tinggi terserang jenis kanker ini. Kanker jenis ini mulanya menyerang hepatosit yakni jenis sel hati yang paling utama. Sekitar 3 dari 4 jenis kanker yang berawal di organ hati adalah jenis kanker Hepatoseluler Karsinoma yang memiliki pola perkembangan yang berbeda, seperti :

- Beberapa diantarnya berawal dari tumor yang bersifat tunggal yang tumbuh membesar. Kemudian di akhir perkembangannya, penyakit ini tidak akan menyebar ke bagian tubuh lainnya selain di organ hati.

- Sedang yang lainnya dapat berawal dari banyaknya tempat di sekitar organ hati yakni bukan tumor tunggal. Hal ini umumnya banyak terjadi pada seseorang yang menderita sirosis atau pembengkakan hati, terutama pada mereka yang memiliki kecenderungan konsumsi alkohol yang cukup tinggi.

2. Kanker saluran empedu (cholangiocarcinomas)

Khusus jenis kanker satu ini dapat berawal dari kanker yang terjadi di saluran empedu yang terbentuk 1 atau 2 dari setiap 10 kasus kanker hati.

3. Kanker yang berawal di pembuluh darah di hati (angiosarcomas dan hemangiosarcomas)

Kanker jenis ini merupakan jenis kanker yang sangat langka dan jarang terjadi atau ditemukan kasusnya. Kanker yang tumbuh awal di pembuluh darah di sekitar hati merupakan perkembangan dari tumor yang sangat cepat. Jika kanker jenis ini ditemukan dan diketahui sangat sulit dilakukan pengobatan terutama dalam hal medis, jenis kanker ini bila diobati dengan cara pembedahan operasi pengangkatan tumor akan sulit dilakukan, karena perkembangan tumor yang sangat cepat dan mudah menyebar ke bagian jaringan sel di organ hati. Namun, apabila pengobatan dilakukan secara dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ini. Namun, dari beberapa kasus kecil yang terjadi mereka yang menderita jenis kanker ini tak lebih dari setahun bertahan terhadap kanker satu ini.

4. Hepatoblastoma

Jenis kanker ini sangat jarang terjadi, umumnya jenis kanker ini ditemukan pada balita . Untuk pengobatan jenis kanker ini adalah dengan cara operasi dan kemoterapi. Jika jenis kanker ini sudah diketahui lebih awal maka proses penyembuhan dan pengobatan akan berhasil dan bertahan hidup hingga 90 %.

Posted in Obat Kanker Hati | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Untuk Kanker Hati

Selama ini diyakini bahwa satu-satunya kesembuhan untuk kanker hati yang telah terbukti adalah melalui pencangkokan hati untuk tumor kecil yang berukuran kurang dari tiga cm dan tersendiri. Namun, kemudian sejumlah dokter yang mengatakan bahwa tumor kecil dapat diangkat melalui tindakan operasi dengan penyayatan terhadap sebagian hati. Artinya, operasi ini dilakukan bukan untuk kepentingan pencangkokan hati.

Menurut mereka, operasi penyayatan hati juga memiliki angka kelangsungan hidup satu dan tiga tahun bagi penderita. Angka kelangsungan hidup ini sebanding dengan tindakan transplantasi hati.

Organ hati

Kanker Hati

Kebanyakan penderita kanker hati tidak mau menjalani operasi penyayatan hati. Mereka lebih memiliki transplantasi, yaitu pengangkatan seluruh hati dan terpapar kanker kemudian mencangkokkan hati dari pendonor. Bagi penderita kanker hati, operasi penyayatan hati dikhawatirkan hanya akan memunculkan kembali kanker di tempat lain di hati pada beberapa tahun kemudian. Apalagi, menurut beberapa ahli, jika seseorang pernah menderita kanker hati, maka hati itu cenderung menderita tumor-tumor lain pada waktu yang bersamaan atau di masa yang akan datang

Disisi lain, hasil dari perawatan-perawatan medis, misalnya kemoterapi, kemoembolisasi, ablasi, dan proton beam therapy, juga sering kali mengecewakan. Apalagi jarang terdapat perbandingan dari setiap jenis perawatan tersebut. Tak heran jika penderita kanker hati hanya dihadapkan pada berbagai pilihan perawatan tanpa pernah bisa memperoleh kepuasan atas hasilnya.

Berikut ini adalah metode perawatan kanker hati yang bisa dijadikan pilihan oleh penderita.

1. Kemoterapi Sistematis

Kemoterapi sistematis yang paling umum digunakan adalah doxorubicin (Adriamycin) dan 5-fluorouracil (5FU). Obat-obatan ini digunakan secara bersamaan atau kombinasi. Sayangnya, obat-obatan ini sangat beracun, sedangkan hasilnya sering mengecewakan.

Selain itu, ada pula obat yang dinamakan tamoxifen (Nolvadex). Namun, sejauh ini belum menunjukkan manfaat yang signifikan

Obat lainnya adalah octreotide (sandostatin) yang diberikan sebagai suntikan untuk memperlambat perkembangan tumor-tumor kanker hati yang besar. Namun lagi-lagi keampuhannya belum terbukti.

2. Kemoterapi Infusi Arteri Hepatik

Hati yang normal mendapat 70 persen suplai darah dari vena portal dan 30 persen dari arteri hepatic. Kanker hati mendapat suplai darah secara eksklusif dari arteri hepatic. Oleh karena itu, muncul metode kemoterapi melalui arteri hepatic langsung pada tumor. Teorinya, obat-obatan dapat diantar ke tumor-tumor tanpa membuat penderita keracunan obat.

Namun, dalam kenyataannya obat-obatan kemoterapi bisa mengalir ke seluruh tubuh. Akibatnya, kemoterapi intra-arteri justru dapat menyebabkan efek samping yang sistematis. Metode perawatan iniĀ  juga bisa menimbulkan efek samping regional, misalnya peradangan kantung empedu, borok pada usus dan lambung, dan peradangan pancreas. Bahkan, penderita kanker hati dalam stadium lanjut bisa menderita gagal hati setelah melakukan perawatan ini.

Seorang ahli radiologi biasanya melakukan prosedur melalui arteri hepatic. Dia akan bekerja sama dengan ahli kanker yang menentukan jumlah kemoterapi yang diterima penderita pada setiap sesi perawatan. Beberapa penderita mungkin menjalani sesi-sesi yang berulang pada interval 6-12 minggu.

Prosedur ini dilakukan dengan bantuan pencitraan sinar X. Sebuah kateter dimasukkan ke dalam arteri femoral pada selangkangan dan disusupkan ke dalam aorta (arteri utama tubuh). Dari aorta, kateter didorong masuk ke dalam arteri hepatic. Setelah cabang-cabang dari arteri hepatic yang memberi makan pada kanker hati diindentifikasi, maka obat-obatan kemoterapi pun diinfuskan. Seluruh prosedur ini memakan waktu 1-2jam, kemudian kateter dikeluarkan.

Umumnya, tes-tes hati meningkat atau memburuk selama 2-3hari setelah prosedur kemoterapi melalui arteri hepatic dilakukan. Peningkatan tes-tes hati ini sebenarnya disebabkan oleh kematian sel-sel tumor dan beberapa sel bukan tumor.

Setelah kemoterapi melalui arteri hepatic dilakukan, penderita juga bisa mengalami sakit perut dan demam ringan. Ini menandakan bahwa suatu komplikasi yang lebih serius telah berkembang.

3. Proton Beam Therapy

Proton Beam Therapy adalah teknik terapi yang mampu menyampaikan dosis-dosis radiasi tinggi pada suatu area local yang ditentukan. Terapi ini juga digunakan dalam perawatan tumor-tumor ganas lainnya. Sayangnya, belum ada bukti tentang kemanjuran metode perawatan ini untuk kanker hati

4. Operasi

Tindakan operasi dilakukan pada penderita yang memiliki tumor kurang dari lima cm dan terbatas pada hati. Syarat lainnya untuk tindakan operasi adalah tidak ada invasi dari pembuluh-pembuluh darah terhadap hati.

5. Penyayatan Hati

Penyayatan hati (liver resection) bertujuan mengangkat semua tumor dan jaringan hati disekelilingnya tanpa meninggalkan segala tumor di belakangnya. Tindakan ini hanya bisa dilakukan terhadap penderita yang memiliki tumor-tumor kecil ukuran tiga cm atau kurang, fungsi hati yang sempurna, dan tanpa sirosis. Namun, karena syarat-syarat itu pula maka tidak banyak penderita kanker hati yang dapat menjalani penyayatan hati.

Kekhawatiran terbesar dari penyayatan adalah bahwa setelah operasi, penderita dapat mengalami gagal hati. Gagal hati juga bisa terjadi jika bagian yang tertinggal dari hati itu tidak memadai untuk menyediakan dukungan yang perlu untuk hidup.

6. Transplantasi Hati

Pencangkokan hati bisa menjadi salah satu metode perawatan bagi penderita kanker hati stadium akhir dari berbagai tipe, misalnya hepatitis B dan C kronis ataupun sirosis alkoholik. Angka-angka kelangsungan hidup untuk penderita tanpa kanker hati adalah 90 persen dalam satu tahun, 80 persen dalam tiga tahun, dan 75 persen dalam lima tahun.

Transplantasi hati adalah pilihan terbaik untuk penderita yang mempunyai tumor-tumor dengan ukuran kurang dari lima cm yang juga mempunyai tanda-tanda kegagalan hati. Faktanya, transplantasi hati pada penderita yang memiliki tumor-tumor berukuran kurang dari tiga cm, namun tidak memiliki keterlibatan dengan pembuluh-pembuluh darah bisa berjalan dengan baik.

Setelah pencangkokan penderita ini mempunyai resiko kekambuhan kanker hati kurang dari 10 persen. Disisi lain, penderita yang mempunyai tumor-tumor berukuran lebih dari lima cm atau dengan keterlibatan pembuluh-pembuluh darah beresiko sangat tinggi untuk mengalami kekambuhan kanker hati.

Ringkasnya, penyayatan hati dapat dilakukan untuk penderita yang memiliki tumor-tumor kecil dan fungsi hati yang normal atau tidak ada bukti sirosis. Sedangkan, penderita kaker hati yang mepunyai tumor-tumor yangbanyak atau besar juga bisa menjalani transplantasi hati, namun harus diredakan atau diringankan dengan kemoterapi intra-arterial. Syaratnya penderita tidak mempunyai tanda-tanda gagal hati yang berat.

7. Biopsy Hati atau Penyedotan

Jaringan kanker hati dapat diambil sampelnya dengan menggunakan jarum yang sangat tipis. Teknik ini disebut penyedotan jarum halus. Sedangkan, ketika jarum yang lebih besar digunakan untuk mendapatkan suatu inti jaringan, maka tekniknya disebut biopsy.

Para ahli radiologi biasanya menggunakan CT Scan untuk mengarahkan penempatan jarum ataupun melakukan biopsy dan penyedotan jarum halus. Resiko yang paling umum dari biopsy adalah perdarahan, terutama karena kanker hati adalah tumor yang mengandung pembuluh-pembuluh darah.

Prosedur penyedotan bersifat lebih aman dibandingkan biopsy karena memiliki resiko perdarahan yang lebih kecil. Namun, tetap saja penyedotan jarum halus memerlukan seorang ahli patologi dengan keterampilan yang tinggi.

Jika seorang penderita mempunyai faktor resiko kanker hati, misalnya sirosis, hepatitis B kronis, atau hepatisis C kronis, dan tingkat darah AFP yang naik secara signifikan, maka dokter biasanya menyimpulkan tanpa melakukan biopsy bahwa orang tersebut mempunyai kanker hati.

Posted in Obat Kanker Hati | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment